Done it!
September 25th, 2007 by dinieA long time ago…seorang teman
pernah mengingatkanku.. tentang,
betapa pendeknya hidup kita ini. Untuk menghargai hidup yang pendek ini, kita
sebaiknya menjalani setiap hari dengan optimisme layaknya ini adalah hari
terakhir kita di dunia (hah optimisme?? hell yea..)
I’ve been thinking about it for
some times…. Dan walau aku sangat mengerti ke mana arah pembicaraan teman
tadi sebenarnya, aku melihatnya dari sudut pandang yang berbeda. Dan akhirnya….
I’ve found my own conclusion
Kesimpulanku adalah…. aku ingin
sekali melakukan hal-hal baru yang selama ini belum sempat kuwujudkan…. Just
live my life….
Salah satu hal konkret yang telah
kulakukan…. Hm…. Hm…. Let’s just say…. I have this thing with height
Entah
kenapa aku tidak pernah merasa nyaman berada di ketinggian…. Aku sendiri tidak
ingat kapan hal ini bermula…. Yang pasti, aku memang amat sangat menghindari
ketinggian. Ketakutanku ini memang terasa agak keterlaluan, apalagi akhirnya
aku bukan hanya menjadi takut ketinggian saja, aku pun menjadi freak out dengan
hal-hal lain yang berhubungan dengan jatuh, bila berada terlalu dekat dengan
pinggir sungai misalnya…atau bahkan berjalan di pematang sawah! Ketakutan ini
seringkali membelengguku. Seperti misalnya semasa SMP di SMP 6 Jogja. Setiap
awal cawu guru olahraga kami pasti mengadakan ujian lari. Ujian lari ini bukan
mengelilingi stadion atau sejenisnya. Melainkan melintasi pemukiman dan pedesaan tak jauh dari letak sekolah
kami. Teman-teman yang lain seringkali mengambil jalan pintas melewati
persawahan (karena guru olahraga kami tidak pernah repot-repot mengikuti ujian
lari ini. Dia hanya menunggu
dengan manis di garis finish). Sementara aku?? Hiks… walau kaki ini sudah
luar biasa pegel dan rasanya mau copot… Aku terpaksa berlari di rute yang
sebenarnya dan melupakan jalan pintas melewati persawahan. Kenapa? Karena aku takut ada ular? Kodok?
Tikus? Atau takut kena lumpur sawah? Salah semua! Yang benar ya tentu saja
karena aku takut melewati pematang sawah… Bodohnya…
Beberapa tahun kemudian, ketika akhirnya aku bekerja.. Aku sebenarnya telah mendengar bahwa
kami para ODP harus lah melewati tantangan outbond untuk membuktikan bahwa kami
memang orang yang tepat untuk pekerjaan ini. Jadi outbond tadi jelaslah bukan sekedar ”just have
fun thing”, melainkan sesuatu yang berhubungan dengan penilaian kami. Daaan,
yaa, banyak permainan yang berhubungan dengan ketinggian di sini >:) Untuk
beberapa bulan, aku selalu ketakutan menanti datangnya hari outbond itu…… Singkat
kata, i would do anything to pass it! A-N-Y-T-H-I-N-G! Even killing….
(hehe,
kidding!)
Tapi apa dinyana, kita memang
harus menyadari bahwa kenyataan tak selalu seperti apa yang kita inginkan… dan
terkadang kita sebagai manusialah yang harus beradaptasi dengannya. Begitu pula
denganku.
Akhir tahun lalu, aku pun
menjalani outbond ODP ku… For your information, aku sangat-sangat stress sejak
beberapa hari sebelumnya. Enggak bisa tidur, mimpi buruk, cranky all they long,
being very sensitive, marah-marah enggak jelas sama semua orang, rasanya mau
nangis terus..…. Hoho…pokoknya I was very annoying at that moment, trust me! ;P
Tapi akhirnya aku melaluinya… And
guess what, aku melakukan semua tantangannya lho! Senaaaangnyaaaa….
Pertama, Flying Fox… dan ini
bukan flying fox dari pohon ke pohon…. Ini flying flox dari atas tebing bukit
dengan melintasi lembah dan sungai di bawahnya.. Ketinggian yang enggak pernah
aku bayangkan sebelumnya….. Kalau bisa sih aku memilih dari tingkat empat GKU
baru saja deh..
I’m so freak out off course. Tapi setelah lamaaa
dibujuk-bujuk dan berusaha mengumpulkan semua nyali yang kumiliki untuk
mengalahkan rasa takut itu, akhirnya aku melakukannya…. And it really feels
great! Sensasi berada di ketinggian ternyata bisa menjadi sangat menyenangkan…
Aku benar-benar baru mengetahuinya. Dan aku bersyukur karena tidak melewatkan
kesempatan itu.
Yang kedua, ternyata lebih bikin
stres… yaitu melewati seutas tali dengan berpegangan pada satu tali
masing-masing di satu tangan. Aku lupa tepatnya apa nama permainan ini. Yang
pasti, komando benar-benar ada pada diri kita, karena tidak ada rel yang akan
menarik badan dari ujung ke ujung…. Kaki kita lah yang harus melakukannya!
Hiiiyy….Akhirnya, walau perlu 7 menit penuh perjuangan untuk berjalan, tapi aku
berhasil melewati tali langsing itu, yippie! Jantungku serasa mau copot dari
ototnya sesampai aku di ujung… Sekilas aku melirik ke bawah… hiy…. Not again!
Tantangan ketiga, even harder.. Mirip dengan yang kedua, hanya saja… kita
cuma punya 1 tali untuk berpegangan. Jadi di sini keseimbangan lah yang
benar-benar harus dipertahankan. Aku sempat bertanya kepada instrukturnya,
”bagaimana kalau saya jatuh?”. Dengan enteng dia menjawab, “ya nanti dijemput
pake perahu di sungai, karena tali pengamannya
kan
panjang, jadi kalo jatuh bakal langsung
nyemplung ke sungai” What the!?@!? :| grmbl-grmbl… singkat cerita,
karena dilumuri dengan perasaan kesal dan gengsi untuk mundur, akhirnya aku pun
berhasil melewati tantangan ini dengan sukses!! Yeaaaa!
Tantangan-tantangan berikutnya
tidak berhubungan dengan ketinggian, jadi aku tidak ada masalah yang terlalu
berarti dengannya. Takut? Tentu ada perasaan takut awalnya, tapi tidak sama
seperti apa yang kurasakan untuk ketinggian.
In the end, moral dari cerita ini
adalah I’ve Done It! Walau sangat takut, tapi aku akhirnya tidak lagi lari dari
ketakutanku pada ketinggian. (Karena ya… selama ini aku selalu melarikan diri
darinya). Dan ternyata efek dari keberanian ini tidak hanya penting untuk
penilaian, melainkan juga membuat diri kita percaya bahwa kita benar-benar bisa
melakukan hal-hal baru, hal-hal yang selama ini kita kira tidak akan pernah
bisa kita lakukan…. And the great thing is, it’s kinda remind me, ke awal
cerita ini. Itu lho perkataan temanku, tentang hidup yang singkat. Ya, aku
percaya hidup kita ini memang singkat, jadi lakukanlah hal-hal baru sebanyak
mungkin, jangan ditunda-tunda lagi.. Sebagai manusia, kita memiliki banyak
sekali potensi, yang akan amat sayang bila tersia-sia hanya karena alas
an-alasan konyol yang sering kali kita buat-buat sendiri. Seperti aku dan
ketakutanku pada ketinggian